Cuaca Ekstrim, Jeane Laluyan Ingatkan Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Manado, MYMC– Musim hujan dan cuaca yang sedikit esktrim beberapa hari terakhir ini menjadi perhatian khusus wakil rakyat Manado, Jeane Laluyan. Meski sedang mengikuti acara HUT PDIP di Jakarta, (10-12/1/2019), politisi cantik dan enerjik itu tak melupakan masyarakat dan kota yang dicintainya.

“Mengingat curah hujan saat ini tinggi, warga yang tinggal dekat sungai dan di daerah tebing untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Satu sama lain harus saling mengingatkan,” kata Jeane.

Pewrsonil Komisi 1 DPRD Manado juga meminta pengendara agar tetap berhati – hati dan lebih meningkatkan kewaspadaan selama di perjalanan mengingat cuaca ekstrim masih terus berlanjut beberapa hari kedepan. “Jangan ngebut karena jalanan licin dan tergenang air,” ucapnya.***

Legislator dari daerah pemilihan Wenang dan Wanea ini  juga mengimbau lurah dan instansi terkait membersihkan drainase, saluran air dan lokasi yang rawan banjir. Pembersihan menurut politisi cantik dan enerjik itu perlu dilakukan agar saluran air yang ada tidak tersumbat di musim hujan.

“Gerak cepat dari semua lurah dan instansi terkait dibutuhkan dalam membersihkan drainase, saluran air dan gorong-gorong jangan sampai banyak sampah. Jika ada sendimen di drainase atau tumpukan sampah langsung dibersihkan sehingga air bisa mengalir dengan baik,” ujar Jeane.

Pengalaman selama ini, air meluap sampai ke badan jalan sehingga menghambat akses  transportasi, kendati Manado diguyur hujan hanya beberapa jam. “Perbaikan drainase juga salah satu yang harus menjadi perhatian pemerintah,” ucapnya.

Politisi PDIP ini pun menyarankan  camat dan lurah mengontrol volume sumpah di wilayah masing-masing. “Tumpukan sampah yang terlambat diangkut menimbulkan bau tak sedap dan menjadi sumber penyakit,” kata personil Komisi 1 DPRD Manado ini.

Selain membersihkan drainase dan mengangkut sampah, Jeane juga menyarankan instansi terkait merapikan pohon-pohon besar di jalan raya. “Caranya dengan memangkas pohon-pohon yang rapuh agar tak roboh saat terjadi hujan lebat yang mungkin disertai angin kencang atau kilat,” ungkapnya. Jeane tak lupa meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyusun kajian risiko dengan skala yang lebih detil. “Hasil kajian itu digunakan untuk menyusun rencana penanggulangan bencana (RPB) sesuai ancaman masing-masing wilayah. Ini bentuk antisipatif terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi,” ujarnya (ags)

Author: Redaksi MyManado

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *