Pemkab Perkenalkan Minahasa Lewat Kolintang

Tondano, Mymanado.com-Kolintang adalah musik tradisional Minahasa yang dikenal di berbagai daerah di Indonesia. Musik yang terbuat dari kayu itu bahkan mulai mendunia.

Eksistensi Kolintang ini ikut mengangkat nama Minahasa dalam pergaulan musik nasional dan internasional. Karena itu Bupati Minahasa Roy Oktavian Roring (ROR) dan Wakil Bupati Robby Dondokambey (RD) mempersiapkan program pelestarian dan pengembangan musik tradisional.

Demi menumbuhkan kecintaan terhadap kolintang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan mengembangkannya di sekolah dasar. “Kolintang perlu diperkenalkan kepada anak-anak SD sejak dini,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Minahasa Melisa Rondonuwu.

Seorang WNA ikut memainkan kolintang (Foto: istimewa)

Kadisbudpar Minahasa Teddy Sumual membenarkan keterangan yang disampaikan Melisa tersebut. Menurut dia, apa yang akan dilakukan Disparbud itu juga untuk menunjang visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Minahasa

“Sektor pariwisata menjadi salah satu program unggulan Presiden Jokowi dan Gubernur Olly Dondokambey. Jadi ini bagian dari sinergitas dengan program Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut hingga Presiden Jokowi di sektor pariwisata,” ucapnya.

Tak hanya di sekolah, kolintang pun akan terus diperdengarkan di semua hotel dan restauran. “Kita harapkan hotel-hotel dan restaurant ikut menunjang program ini,” ungkapnya.

Teddy menyampaikan terima kasih kepada berbagai kelompok dalam masyarakat yang aktif mempromosikan kolintang ke berbagai belahan nusantara dan dunia. “Dengan promosi terus menerus itu kita berharap besar kolintang asal Minahasa kelak diakui Unesco sebagai warisan budaya dunia,”ujarnya.

Beberapa komunitas seperti Group Musik Kolintang Temboan dan Organisasi Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia dalam berbagai kesempatan memang cukup aktif mempromosikan musik kebanggaan Minahasa ini.

Organasisai dan grup musik yang sebagian besar personilnya merupakan warga Minahasa yang sudah lama menetap di Jakarta itu membuat video clip objek wisata di Sulawesi Utara (Sulut) yang kemudian akan diangkat melalui seni musik dalam hal ini Kolintang.

Mereka juga membuat rekaman album untuk lagu-lagu berbahasa Tonsea Minahasa dan lagu berbahasa dialek khas Manado untuk memperkenalkan budaya musik kolintang ke seluruh Nusantara. Tujuannya agar alat musik tradisional Minahasa ini meraih pengakuan Unesco.

Selain kolintang, Pemkab Minahasa juga akan mengembangkan musik bambu, Tarian Maengket dan Kabasaran. “Semua itu aset dan kekayaan budaya Minahasa yang wajib dilestarikan,” kata Teddy Sumual. (grey/megamanado)

Author: Redaksi MyManado

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *